Rabu, 15 Desember 2010

berharap


Ku kenal  kau dimasa lampau
Ku berteman dengan mu dihari ini
Ku berpisah dengan mu dihari yang akan datang
Ku berjumpa dengan mu setelah ajalku diakhirat
Tapi kau tak kenal diriku
                Kawan ingatlah diriku
                Jangan kau lupakan aku
                Walaupun kau mempunyai yang lain
Diriku kesepian duduk di beranda
Matahari tenggelam
Jangan kau berpisah dariku
Ditahun yang akan datang
Kita kan berjumpa
Tetapi diatas langit
Setelah semuanya berakhir

kehilangan


Dimanakah dirimu kasih
Rasa rindu tak jua sirna
Dalam kemelut malam ku sendiri
Dentingnya waktu  dan dinginnya
Malam yang menyiksa batin ini
Heningnya malam ku menanti
Kedatangan mu
Dan kemanakah mereka...
Penantian yang tak berujung
Lelah ku menanti
Lelah hati ini
Menunggu dan terus menunggu
Kedatangan mu...
Tak ada satu pun yang menemani ku
Bunga ku
Lambang ku
Untuk
Cinta ku...

kekesalan


Ketika ego menguasai
Tak pernah terpikir
Apa yang akan terjadi
Kini semua telah musnah
Tertiup angin dan tertelan waktu
                Dan entah kemana perginya
                Kasih masih adakah secercah cahaya
                Yang mampu menyinari hati ini
                Tak dapat ku pungkiri lagi hati ini
                Masih mengharapkan kau kembali kepada ku
Bagaikan butiran pasir gurun
Yang akan ku berikan
Akankah buaian rindu ini kau berikan kepada ku
                Bagaikan air sungai yang mengalir deras
                Dan diri ini terombang ambing tak tentu arah
                Dimana kau akan berlabuh
                Dan apakah aku dapat mengatasi cobaan ini..?

cerita kita


Tak setiap rangkaian cerita
Harus tersusun dari kata
Atau terpampang dari lukisan
Yang terpampang sepanjang jalan
Karena darah yang meresap indah
Akan menggambarkan semuanya
Lewat tetesan hujan senja
Lewat jendela-jendela yang terbuka
Lewat pepohonan yang tertanam tanpa sengaja
Dalam belikar yang masih keras bergetar
Dari uhud dan badar
Memanggil fajar yang telah tersebar

kenangan


Kenangan apa lagi yang harus ku ingat’
Karena setiap jengkal kalimat telah berubah warna
Menjadi senja panjang tanpa kepastian
                Keindahan apalagi yang harus ku ukir’
                Karena darah yang mengalir
                Telah dianggap air
Atau’ ku pasrahkan saja pada hari esok?
Karena hari ini, tak ada yang berani menangis lagi
                Atau mungkin kekelaman yang dilarutkan
                Akan memanggil kembali ingatan
                Dari jiwa yang terkubur dalam
                Untuk tak lagi diam!

Selasa, 14 Desember 2010

Iklan Mentos Rainbow






Komentar :
1. Iklan ini tidak relevan, karena laba-laba kecil tidak mungkin bisa memmbanting manusia yang berat nya berpuluh-puluh x lipat dari berat laba-laba tersebut.
2. Tidak ada sangkut pautnya antara iklan dengan produk yang di maksud.
3. Terlalu lebihnya ekspresi bintang iklan.
4. Tidak ada kejelasan dari iklan tersebut.
5. Warna kemasan yang dipakai cukup menarik, sehingga membuat customer ingin segera mencobanya.





Ponds Age Miracle


Iklan Ini Kita lihat di Televisi.






Komentar :
1. Iklan ini membuat para wanita ingin menggunakannya khusunya bagi para wanita yang berumur sekitar 30 tahunan.
2. Pihak produksi sangat pintar dalam memilih bintang iklannya. Mereka menggunakan bintang iklan yang sudah terkenal dan terbukti cantik, sehingga membuat produk ini laku dipasaran dan terkenal hingga ke seluruh Indonesia.
3. Kemasan yang dipakai di produk ini juga sangat kreatif dan bagus untuk di pasarkan, sehingga membuat para konsumen tertarik untuk membelinya.
4. Iklan ini juga menggunakan kalimat yang sifatnya mengajak dan memberikan saran kepada para penonton, tentang pentingnya merawat muka sejak dini.


di buat oleh = 1. dewi fina juniarty
                      2. ruth brenda
kelas 1 SA 03

Kamis, 11 November 2010

cahaya putih

Masih terlatih merintih
setelah sejenak melangkah
dan kembali tergeletak letih..
       Meranjak lagi, menahan perih
       mengejar Cahaya Putih
       yang makin jauh tersisih
       tertutup asap dan buih..
Pernah ku dekap sekejap
lalu hilang kembali senyap
pernah ku peluk semalam suntuk
dan panas siang membuatnya lapuk..
       Wahai pengasih....
       masih adakah ruang jernih tersisih
       untuk jadi kekasih..